Gempur Sampah dari Rumah ke Rumah, Maulana Serahkan 3 Unit Bentor untuk Operasional OPBM
RuangJambi – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., meluncurkan pelaksanaan tahap pertama Program Kampung Bahagia tahun 2026 di Kelurahan Selamat, Kecamatan Danau Sipin, Minggu (10/5/2026). Peluncuran ini dirangkaikan dengan aksi gotong royong pembangunan infrastruktur bersama warga setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Maulana menyerahkan secara simbolis tiga unit becak motor (bentor) kepada Kelompok Kerja (Pokja) RT di Kelurahan Selamat. Bantuan ini bertujuan untuk menyukseskan program Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) sebagai prioritas utama penanganan kebersihan.
“Kami melihat Peraturan Wali Kota (Perwal) Kampung Bahagia berjalan secara utuh di Kelurahan Selamat, mulai dari pembangunan infrastruktur, pelaksanaan OPBM, hingga aspek keamanan dan pemberdayaan ekonomi,” ujar Maulana di sela kegiatan.
Selain fokus pada kebersihan, Maulana menyoroti integrasi teknologi keamanan melalui pemasangan CCTV yang akan dikoneksikan ke Jambi City Operation Center (JCOC). Sektor ekonomi pun tak luput dari perhatian; sejumlah pelaku UMKM menerima bantuan alat memasak dan gerobak agar dapat “naik kelas”.
Wali Kota juga meninjau Koperasi Merah Putih di Kelurahan Selamat yang pengurusnya telah tersertifikasi nasional. Ia optimis pembangunan gerai koperasi di depan sekolah Al Falah akan memacu akselerasi ekonomi kerakyatan.
“Terima kasih atas dukungan seluruh Ketua RT, tokoh masyarakat, dan fasilitator. Program ini sangat bermanfaat karena tujuan prioritasnya adalah menciptakan lingkungan yang bersih dan aman,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Danau Sipin, Ferdinand Faizal Harahap, melaporkan bahwa sebanyak 151 RT di wilayahnya masuk dalam tahap pertama program ini. Ia merinci pengadaan bentor di Danau Sipin meliputi Kelurahan Sungai Putri (7 unit), Legok (3 unit), Solok Sipin (3 unit), Murni (1 unit), dan Selamat (3 unit).
“Untuk CCTV saat ini baru satu titik awal yang terpasang. Selanjutnya akan diperluas ke kawasan lain sembari menunggu proses integrasi sistem ke JCOC,” pungkas Ferdinand. (Amel)

