Konferprov PWI Jambi Ricuh, Netralitas PWI Pusat Dipertanyakan

Ruangjambi.com – Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Jambi, yang berlangsung Sabtu (6/8/2022) di salah satu di Kota Jambi itu, diantaranya agenda besarnya memilihan ketua PWI Provinsi Jambi periode 2022-2027.

Kandidat yang mendaftar sebagai calon ketua PWI hanya dua orang, H Ridwan Agus dan Hery Farmansyah. Keduanya adalah pengurus PWI Provinsi Jambi periode 2017-2022, Ridwan Agus selaku Ketua Pengganti antar waktu dan Hery Farmansyah selaku Sekretaris.

Pelaksanaan Konferprov PWI Jambi ini diambil alih oleh PWI Pusat, dan dipimpin langsung Wakil Ketua Organisasi Organisasi, Zulkifli Otto. Setelah sebelumnya Ketua panitia Konferprov PWI Jambi menyerahkan kepada Pengurus PWI Pusat.

Sangat disayangkan, Konferprov yang seharus bisa berjalan tertib itu, timbul masalah dan ricuh. Pimpinan sidang, Zulkifli Otto, sepintas terlihat tegas dan bijak dalam merespon setiap pertanyaan yang diajukan peserta sidang.

Namun, kenyataannya saat membahas tata tertib sidang, muncul masalah soal mandat tertulis bagi wartawan anggota biasa yang semula menyatakan tak bisa hadir, dan ternyata yang bersangkutan hadir. Zulkifli Otto dengan tegas mengatakan “kita harus tertib administrasi”.

“Bagi wartawan anggota biasa yang sudah menyerahkan mandataris, namun tetap hadir diruang sidang, silahkan anda keluar,” ujar Zulkifli Otto.

Begitu masuk pada sidang pleno mekanisme pemilihan ketua PWI, didahului dengan klarivikasi berkas persyaratan calon ketua PWI. Suasana sidang mulai memanas peserta sidang mempertanyakan soal keterlibatan calon Ketua PWI (Ridwan Agus) sekaligus di dua pengurus partai politik, partai NasDem dan Gerindra, dan ini melanggar PD PRT PWI, (pasal 26 ayat 2).

Data dan fakta yang diterima sebagian peserta Konferprov, seperti yang tertera dalam copy lampiran SK DPP NasDem No.54A-Kpts/DPP-NasDem/VI/2021, Ridwan Agus (Anggota) dan di DPP Gerindra No.08.0163/Kpts/DPP-GERINDRA/2021, Ridwan Agus (Anggota).

Lagi-lagi pimpinan sidang Zulkifli Otto, menyebutkan, PWI Pusat sudah memverifikasi kepada KPU Pusat dan telah melacak Nomor Induk Kependudukan (NIK) Ridwan Agus.

“Kami telah memverifikasi, mengecek melalui NIK bahwa data dari KPU Pusat, Ridwan Agus tidak berada dalam sekaligus dua kepengurusan Parpol, yaitu di Partai NasDem dan Partai Gerindra.

Puncaknya dari perdebatan itu masalah klarifikasi berkas persyaratan calon ketua PWI, Ridwan Agus itu, Hery Farmansyah selaku kandidat Ketua PWI Jambi melakukan aksi “Walk Out” bersama para pendukungnya.

Ketua tim pemenangan, Joni Rizal, menegaskan Konferprov PWI Jambi yang dipimpin Wakil Ketua Organisasi Organisasi, Zulkifli Otto, tetap saja tidak netral dan terlihat seolah berat sebelah, mengarah ke salah satu calon ketua.

“Tidak lagi netral, ini tidak sehat, panitia berpihak terhadap salah satu calon. Bahkan dari awal dimulai pembahasan tata tertib (tatib) sudah terlihat gelagat berat sebelah,” ujar Joni Rizal.

Menurutnya, dari awal sidang, beberapa peserta sudah melakukan interupsi kepada pimpinan sidang terkait pembahasan tatib. Puncaknya saat verifikasi dan penetapan kandidat calon Ketua PWI Provinsi Jambi periode 2022-2027.

Selain itu, ada juga kecurangan soal surat mandat. Joni Rizal menekankan tatib seharusnya berorientasi dari PD PRT.

“Mulai dari mandat, kan jadi terkesan lucu. Ketika pemberi mandat datang malah tidak berlaku. Lebih berarti mandatnya dari pada pemberi mandat, seharusnya mandat itu gugur,” ucap Joni Rizal.

Melihat kenyataan situasi sidang seperti itu, tiba-tiba Hery Farmansyah, berdiri dan mengatakan dengan bahasa santun, diamenyatakan “Walk Out” dan meninggalkan ruang sidang Konferprov Jambi.

“Terima kasih untuk semua rekan-rekan yang telah memberikan dukungan kepada saya, saya menyatakan walk out. Tapi inilah sikap tegas kita, agar PWI Jambi bisa bersih dari praktek kotor dan politik,” ujar Hery FR.

Sementara Joni Rizal, menegaskan akan mensomasi keputusan PWI Pusat atas Konfeprov PWI Jambi ini. Konfeprov PWI Jambi yang juga dihadiri Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari ini, dinilai tidak sah dan terkesan dipaksakan.

“Orang pengurus parpol jadi Ketua PWI. Di Sumbar saja, ASN yang terpilih jadi Ketua PWI langsung diganti Plt. Ini di Jambi, anggota parpol dipaksanakan jadi Ketua PWI, parah sudah,” pungkasnya.

(Asrori)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *