Nasroel Yasier : Sekarang Pers Bebas Liar Seolah Tak Terkendali 

Ruangjambi.com – Terkait dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang puncak acaranya dilaksanakan, Kamis 9 Februari 2023, di Medan Sumatera Utara. Seorang tokoh masyarakat Jambi, Nasroei Yasier, turut berpendapat, soal tema yang diangkat “Pers Bebas Demokrasi Bermartabat”.

 

Menurut Nasroel Yasier, saat ditemui, Kamis 9 Februari 2023, mengatakan sejatinya Pers itu harus bebas, siapa pun tidak boleh melakukan intervensi Pers, sejak kelahirannya 70 tahun yang lalu, di Solo.

 

“Kondisi itu terus berkembang, dari zamannya Presiden pertama Soekarno, di eranya Presiden Soeharto, hingga sekarang ini. Perjalanan Pers bebas itu juga mengalami pasang surut,“ ungkap Nasroel Yasier yang juga pernah berkecimpung di dunia Pers ini.

 

Di zaman Presiden Soeharto, misalnya kata Nasroel, Pers bebas, tapi terkenadali. Sekarang Pers malah liar, tidak terkendali, semuanya bebas bicara dan menulis apapun.

 

“Kita (wartawan-red) kan, punya kode etik jurnalistik sebagai rambu-rambunya. Tidak sembarangan untuk bebas, demokrasi itu menuntut kebebasan, tapi bebas berdemokrasi itu pun harus ada batasan-batasannya,” ujar pria kelahiran 64 tahun silam ini.

 

Sehubungan dengan peringatan HPN 2023 di Medan Sumut, Nasroel Yasier, berharap kedepannya, karena para wartawan sekarang ini sudah banyak wadah organisasinya, seperti PWI, AJI, IJTI dan sebagainya, mereka harus tetap berpegang pada prinsip Pers bebas dan bertanggung jawab.

 

“Bagaimana pun juga keberadaan Pers ini, sangat dibutuhkan oleh negara. Sebuah negara demokrasi tentu membutuhkan Pers. Tanpa Pers yang bebas, demokrasi juga tidak ada apa-apanya,” tegas Nasroel.

 

Peran dan perkembangan Pers di Jambi saat ini, kata Nasroel sudah cukup baik. Terbukti teman-teman wartawan dari media cetak maupun online untuk berlomba-lomba menyajikan berita-beritanya cukup baik.

 

“Apalagi sekarang ini sudah ada kesempatan bagi wartawan untuk meningkatkan kemampuan diri melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dilaksanakan oleh PWI maupun lembaga lain yang berkompeten untuk melaksanakan UKW. Diharapkan setiap wartawan harus siap berkompetisi dan semakin profesional,” papar Nasroel.

 

Ditanya soal peran Pers dalam menghadapi tahun politik 2024 mendatang, menurut Nasroel, hendaknya Pers jangan terombang-ambing, tegak lurus saja lah.

 

Dikatakan Nasroel, silahkan Pers untuk menyajikan berita-berita politik, tapi ingat jangan terobang-ambing harus netral dan berimbang. Jangan sampai Pers juga terjebak dalam satu kelompok dan golongan, sehingga akhirnya masyarakat akan menilai, bahwa Pers berpihak dalam satu kepentingan, itu jangan sampai terjadi.

 

“Bagaimana pun juga Pers harus tetap hadir, untuk mengawal keadilan dan insan Pers inilah yang mengemukakan keadilan, utamanya pemerintah juga harus adil dalam melihat peran Pers,” pungkas Nasroel. (Asrori)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *