Bukan Sekadar Angka, Begini Cara Wali Kota Jambi Tekan Kemiskinan Lewat ‘Nilai Santri’

RuangJambi – Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram menjadi ruang refleksi mendalam bagi Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. Memasuki pertengahan tahun 2026, sosok pemimpin yang berlatar belakang santri ini terus membuktikan bahwa nilai-nilai religius pesantren mampu ditransformasikan menjadi program kerja nyata demi mewujudkan visi besar: Kota Jambi Bahagia (Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif, dan Sejahtera).

​Tepat pada refleksi 462 hari masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha—yang bertepatan dengan momentum HUT Pemkot Jambi ke-80 dan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Batuah ke-625—Maulana memaparkan berbagai lompatan besar yang berhasil diraih kota ini.

​Di bawah nakhoda Maulana, sektor perekonomian dan pengelolaan keuangan Kota Jambi sepanjang tahun 2025 mencatatkan angka yang impresif:

  • ​Dukungan Anggaran & Investasi: Pemkot Jambi berhasil mengamankan pembiayaan pembangunan sebesar Rp1,96 triliun, didorong oleh realisasi investasi yang masuk mencapai Rp1,32 triliun.
  • ​Lonjakan PAD dan APBD: Pendapatan Asli Daerah (PAD) melonjak tajam sebesar 35,11 persen, dari Rp455,25 miliar (2024) menjadi Rp615,08 miliar (2025). Kenaikan ini mengerek postur APBD Kota Jambi tumbuh 14,06 persen hingga menyentuh angka Rp2,013 triliun.
  • ​Kesejahteraan Masyarakat: Pertumbuhan ekonomi merangkak naik ke angka 5,13 persen dengan pendapatan per kapita warga meningkat dari Rp68,5 juta menjadi Rp73,6 juta per tahun.

​Hebatnya, pertumbuhan ini berjalan beriringan dengan pemerataan. Indeks Gini (ketimpangan ekonomi) berhasil ditekan dari 0,395 menjadi 0,339. Sementara angka kemiskinan turun ke 7,69 persen, dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) susut menjadi 7,08 persen.

Manifestasi “Nilai Santri” Lewat Kartu Bahagia dan Kesehatan Gratis

​Bagi Maulana, esensi ajaran pesantren adalah keberpihakan pada kemaslahatan umat dan masyarakat kecil. Hal ini diwujudkan melalui penguatan program jaminan sosial:

  • ​Perlindungan Pekerja Rentan: Lewat Program Kartu Bahagia, Pemkot Jambi menambah 8.660 peserta baru BPJS Ketenagakerjaan yang menyasar pekerja rentan, marbot, petugas keagamaan, hingga sekretaris RT. Kini total penerima manfaat mencapai 15.740 orang.
  • ​Kesehatan 100% Terjamin: Pemkot Jambi sukses mempertahankan predikat Universal Health Coverage (UHC) 100 persen, menjamin akses kesehatan gratis bagi seluruh warga, memfasilitasi pengobatan rujukan luar daerah, hingga menggelar program khitanan gratis bagi warga prasejahtera.
  • ​Pendidikan Anak Kurang Mampu: Sebanyak 2.013 siswa SD dan SMP mendapatkan beasiswa pendidikan. Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan pembangunan dua sekolah baru setelah mengantongi restu pusat.

​Tidak hanya menyentuh aspek sosial, modernisasi kota juga digenjot. Guna memastikan keamanan warga, lebih dari 1.100 kamera CCTV telah terpasang di berbagai sudut lingkungan dan terintegrasi selama 24 jam penuh dengan Jambi City Operation Center (JCOC).

​Kerja keras ini membuahkan apresiasi yang masif. Sepanjang tahun 2025, Jambi memboyong 36 penghargaan. Memasuki pertengahan tahun 2026, 15 penghargaan bergengsi kembali diraih, di antaranya Penghargaan UHC 100%, Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Terbaik Nasional, serta kenaikan Indeks Reformasi Birokrasi ke Kategori A-.

Dr. Maulana menegaskan bahwa rentetan prestasi ini bukanlah pencapaian personal, melainkan buah manis dari sinergi kolektif antara pemerintah, DPRD, pelaku usaha, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat. Melalui momentum hijrah di Tahun Baru Islam ini, sang “Wali Kota Santri” mengajak seluruh warga Jambi untuk terus bergerak bersama, mengubah tantangan menjadi peluang, demi menghadirkan kesejahteraan yang merata di Kota Jambi. (Amel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *