Unbari Dorong Generasi Muda Siapkan Kompetensi Hadapi Transformasi Dunia Kerja

JAMBI – Universitas Batanghari (Unbari) mendorong mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI). Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Kuliah Umum yang digelar di Aula Abdurrahman Sayoeti, Universitas Batanghari, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan mengangkat tema “Generasi Muda dan Bonus Demografi: Menjemput Peluang di Era Transformasi Dunia Kerja” dengan menghadirkan Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, M.Si., IPU sebagai pemateri utama.
Kuliah umum tersebut turut dihadiri Pj Rektor Unbari Dr. Yunan Surono, S.E., M.M., jajaran dosen serta mahasiswa.

Pj Rektor Unbari Yunan Surono mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kapasitas mahasiswa agar mampu membaca peluang di tengah perubahan dunia kerja.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja sama sehingga kegiatan kuliah umum dapat terlaksana.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada panitia atas kerjasamanya sehingga kita bisa melaksanakan kegiatan Kuliah Umum di ruangan ini,” ujar Yunan.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan akademik, tetapi juga perlu membangun kemampuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Kuliah umum ini sangat penting untuk meningkatkan perspektif wawasan sekaligus untuk meningkatkan potensi kita dan juga menjemput peluang,” katanya.

Sementara itu, Wamenaker Afriansyah Noor mengingatkan mahasiswa bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar terhadap pola dan kebutuhan dunia kerja.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut generasi muda untuk mampu beradaptasi, berpikir kreatif dan terus meningkatkan kompetensi.

“Kita mau mengupas bagaimana generasi muda dan bonus demografi menjemput peluang transformasi dunia kerja. Kemajuan dunia digitalisasi yang sangat besar ini menuntut adik-adik mahasiswa mampu mengikuti pola pikir dari kemajuan teknologi,” jelasnya.

Ia menilai penguasaan teknologi, termasuk AI, menjadi salah satu kemampuan penting yang perlu mulai dipahami generasi muda. Mahasiswa juga didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya secara kreatif.

“Kita harus kreatif dan melek terhadap digitalisasi AI yang kita kenal saat ini. Ubahlah pola pikir, tanya pada diri sendiri kompetensi apa yang bisa saya miliki saat ini, dan itu harus kita tanamkan,” tegas Afriansyah.

Lebih lanjut, Afriansyah menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia menghadapi perubahan tersebut.
Menurutnya, kampus dapat menjadi ruang untuk membangun kompetensi sekaligus membuka peluang kerja melalui kolaborasi dengan pemerintah maupun berbagai pemangku kepentingan.

Dengan demikian, bonus demografi diharapkan tidak hanya menjadi potensi jumlah penduduk usia produktif, tetapi dapat dioptimalkan menjadi kekuatan dalam menghadapi perubahan ekonomi dan dunia kerja di masa mendatang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *