Lawan Cyberbullying, Wawako Jambi Ajak Siswa Bangun Karakter Lewat Film

RuangJambi – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., secara resmi membuka sosialisasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui media film di Bioskop Mall Lippo Plaza Jambi, Kamis (02/04/2026). Kegiatan ini fokus pada upaya pencegahan perundungan di dunia maya atau cyberbullying yang kian marak di kalangan pelajar.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Polresta Jambi, Kepala Perangkat Daerah, perwakilan Penguatan Pendidikan Karakter Nasional, serta para Kepala Sekolah dan guru SD-SMP se-Kota Jambi. Bersama-sama, mereka menyaksikan film edukatif karya DL Entertainment berjudul “Cyber Bullying: Ketika Dunia Menjatuhkanmu, Bisakah Kamu Bangkit Kembali”.

Dalam sambutannya, Diza Hazra Aljosha memuji film tersebut karena dinilai sangat relevan dengan kultur Indonesia. “Filmnya sangat menarik. Tidak hanya mengajarkan pentingnya penanganan cyberbullying, tetapi juga dikemas dengan kultur yang relevan, penggunaan bahasa lokal, hingga pemanfaatan teknologi yang menjadi kekuatan utama,” ujar Wawako.

Ia juga memberikan catatan khusus mengenai pesan dalam film yang menunjukkan bahwa kualitas sekolah lokal mampu bersaing dengan sekolah swasta. Namun, poin paling krusial yang ia tekankan adalah pentingnya langkah preventif melalui pembentukan karakter siswa.

“Yang terpenting adalah pencegahan melalui pendekatan yang engaging dan diskusi dengan murid. Di luar edukasi akademik, character building jauh lebih penting karena tanpa karakter, pendidikan setinggi apa pun tidak akan memberikan manfaat luas,” tegas Diza.

Senada dengan Wawako, Kasat Reskrim Polresta Jambi, AKP Husni Abda, memberikan apresiasi atas inisiatif edukasi melalui film ini. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian selalu mengedepankan pencegahan, namun siap melakukan penanganan komprehensif jika terjadi kasus, termasuk pendampingan psikologis bagi korban.

“Jika terjadi kasus, kami melibatkan berbagai pihak seperti DPPMPA dan psikolog anak untuk pemulihan korban, sementara proses hukum tetap mempertimbangkan aspek usia pelaku,” jelas AKP Husni.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi para pendidik di Kota Jambi untuk lebih aktif membangun komunikasi dan karakter positif di lingkungan sekolah guna memutus mata rantai cyberbullying. (Amel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *