Wali Kota Maulana Perkuat Ketahanan Pangan, 15.404 Paket Sembako Disalurkan kepada Masyarakat
Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., terus memperkuat upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat melalui berbagai program pengendalian inflasi daerah. Sepanjang Semester I Tahun 2026, Pemerintah Kota Jambi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) telah melaksanakan 15 kali Gerakan Pangan Murah serta 20 kali Operasi Pasar atau Pasar Murah Bersubsidi.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkot Jambi dalam menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok, memastikan ketersediaan pasokan pangan, dan melindungi masyarakat dari dampak gejolak harga.
Komitmen itu dibahas dalam High Level Meeting (HLM) TPID Kota Jambi untuk mengevaluasi program pengendalian inflasi Semester I Tahun 2026, yang dipimpin Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., bersama Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jambi di Aula Telanaipura Bapperida Kota Jambi, Selasa (28/7/2026).
Mengusung tema “Sinergi TPID Menuju Inflasi Terkendali untuk Mewujudkan Kota Jambi Bahagia”, pertemuan tersebut melibatkan unsur Forkopimda, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), BMKG, instansi vertikal, organisasi perangkat daerah (OPD), serta pemangku kepentingan terkait.
Maulana Perkuat Strategi Pengendalian Inflasi
Pengendalian inflasi menjadi salah satu perhatian penting Pemerintah Kota Jambi karena berkaitan langsung dengan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Stabilitas harga pangan, kelancaran distribusi barang, dan ketersediaan pasokan merupakan faktor penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui berbagai program yang dijalankan TPID, Pemkot Jambi berupaya memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau.
Dalam evaluasi tersebut, Wakil Wali Kota Diza menegaskan bahwa pengendalian inflasi membutuhkan kerja sama seluruh anggota TPID. Menurutnya, koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat agar pasokan tetap tersedia, distribusi berjalan lancar, dan harga kebutuhan pokok tetap terkendali.
Ia juga meminta perangkat daerah meningkatkan pemantauan kondisi pasar serta memperbanyak kegiatan langsung di tengah masyarakat agar kebijakan pengendalian inflasi dapat menjawab persoalan yang dihadapi warga.
Cadangan Beras Tembus 1.004 Ton
Salah satu langkah strategis Pemkot Jambi dalam menjaga ketahanan pangan adalah memastikan ketersediaan cadangan pangan pemerintah.
Berdasarkan laporan dalam HLM TPID, cadangan pangan yang dijaga pemerintah daerah mencapai 1.004.260 kilogram beras atau sekitar 1.004 ton. Selain itu, tersedia cadangan minyak goreng sebanyak 200.852 liter.
Ketersediaan cadangan tersebut menjadi bagian dari upaya mengantisipasi gangguan pasokan dan menjaga stabilitas kebutuhan pokok masyarakat.
Selain menjaga cadangan pangan, Pemkot Jambi juga melaksanakan dua kali inspeksi pasar untuk memantau kondisi harga dan ketersediaan barang.
Langkah tersebut dilengkapi dengan sembilan rapat koordinasi TPID selama Semester I Tahun 2026 guna memperkuat sinkronisasi kebijakan dan respons terhadap perkembangan harga di lapangan.
Sebanyak 15.404 Paket Sembako Disalurkan
Selain melalui operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah, Pemkot Jambi juga memperkuat kepedulian sosial melalui penyaluran bantuan kebutuhan pokok.
Bersama Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (CSR) Kota Jambi, pemerintah telah menyalurkan 15.404 paket sembako kepada masyarakat.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya membantu warga memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memperluas manfaat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.
Berbagai langkah ini menunjukkan bahwa pengendalian inflasi tidak hanya berkaitan dengan pemantauan angka inflasi, tetapi juga menyangkut kemampuan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
Antisipasi El Niño dan Kebutuhan Pangan Akhir Tahun
Dalam HLM TPID, sejumlah tantangan ke depan turut menjadi perhatian, termasuk potensi dampak El Niño terhadap sektor pertanian dan ketersediaan pangan.
Pemkot Jambi bersama TPID juga membahas kesiapan pasokan kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2027, periode ketika permintaan sejumlah komoditas berpotensi meningkat.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) menjadi salah satu strategi yang dibahas guna menjaga kelancaran pasokan pangan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Tedy Arif Budiman, menyampaikan bahwa Kota Jambi memiliki posisi strategis sebagai daerah acuan pengendalian inflasi di Provinsi Jambi.
Karena itu, koordinasi antarlembaga dan kerja sama dengan daerah lain perlu terus ditingkatkan agar ketersediaan barang serta stabilitas harga tetap terjaga.
Dalam pertemuan yang sama, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jambi juga memaparkan perkembangan kinerja fiskal daerah sebagai bagian dari dukungan terhadap penguatan ekonomi dan pengendalian inflasi.
Perkuat Ketahanan Pangan dari Rumah Tangga
Selain intervensi pasar, Pemkot Jambi mendorong upaya pengendalian inflasi melalui penguatan ketahanan pangan dari tingkat keluarga dan lingkungan permukiman.
Sejumlah program yang dikembangkan antara lain Gerakan Tanam Pangan, intensifikasi pertanian, pemanfaatan lahan pekarangan, pengembangan Intensifikasi Pekarangan (IPA), serta perluasan program LAGROKOTA di setiap kecamatan.
Pemerintah juga mendorong pembentukan Kampung Belanja di tingkat rukun tetangga (RT) dan Gerakan Menanam Cabai di lingkungan sekolah.
Program-program tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar.
Gerakan menanam cabai, misalnya, menjadi salah satu upaya untuk memperkuat ketersediaan komoditas yang harganya dapat berfluktuasi akibat perubahan pasokan dan kondisi cuaca.
Sinergi Menuju Kota Jambi Bahagia
Pengendalian inflasi juga menjadi bagian dari agenda pembangunan Kota Jambi sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2025–2029, yang mengusung visi Kota Jambi Bahagia.
Melalui koordinasi TPID, Pemkot Jambi berupaya menyelaraskan kebijakan ekonomi, penguatan ketahanan pangan, dan perlindungan daya beli masyarakat.
Ke depan, konsistensi pelaksanaan program, pemantauan harga, serta koordinasi dengan Bank Indonesia dan berbagai pemangku kepentingan akan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Jambi berharap harga kebutuhan pokok tetap terkendali, pasokan pangan terjaga, dan masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara lebih merata.

