Bukan Sekadar Layanan Kesehatan, Wali Kota Maulana Perkuat Peran Posyandu dalam Pembangunan Kota
Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., terus mendorong transformasi pelayanan publik berbasis teknologi guna meningkatkan kualitas pelayanan dasar bagi masyarakat. Salah satu langkah strategis yang dilakukan Pemerintah Kota Jambi adalah menghadirkan Aplikasi Lapor Posyandu Bahagia untuk memperkuat sistem pelaporan dan penanganan berbagai persoalan masyarakat di tingkat lingkungan.
Peluncuran aplikasi tersebut dirangkaikan dengan Pembinaan Tematik Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) se-Kota Jambi, yang digelar di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Selasa (11/8/2026).
Launching Aplikasi Lapor Posyandu Bahagia dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi, Dra. Hj. Noverintiwi Dewanti, M.E., Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Jambi, M. Saleh Ridha, S.STP., M.E., serta Sekretaris Tim Pembina Posyandu Provinsi Jambi, Dra. Lutfiah, M.Si.
Program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat tata kelola Posyandu agar semakin modern, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat seiring dengan perkembangan teknologi informasi.
Transformasi Posyandu menjadi Posyandu 6 SPM juga memperluas peran lembaga pelayanan masyarakat tersebut. Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi turut menjadi bagian penting dalam memastikan terpenuhinya berbagai kebutuhan pelayanan dasar masyarakat secara terpadu.
Maulana Dorong Pelayanan Masyarakat Lebih Cepat dan Tepat Sasaran
Kehadiran Aplikasi Lapor Posyandu Bahagia diharapkan dapat mempercepat penyampaian informasi mengenai persoalan dan kebutuhan masyarakat dari tingkat lingkungan kepada pemerintah.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Jambi, Nadiyah, mengatakan aplikasi tersebut dirancang untuk memudahkan kader Posyandu dalam menyampaikan laporan secara lebih sistematis, terstruktur, dan terintegrasi.
“Alhamdulillah, hari ini kita melaunching Aplikasi Lapor Posyandu Bahagia. Aplikasi ini harus kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk mempermudah pelaporan terhadap berbagai kejadian maupun permasalahan yang dikeluhkan masyarakat di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Menurut Nadiyah, perluasan fungsi Posyandu melalui pendekatan 6 SPM membutuhkan dukungan sistem pelaporan yang mampu menjangkau berbagai persoalan pelayanan dasar, bukan hanya masalah kesehatan.
Dengan dukungan aplikasi tersebut, laporan dari kader di lapangan diharapkan dapat dihimpun secara lebih lengkap dan tertib. Data yang terkumpul selanjutnya dapat diolah menjadi informasi yang menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan.
“Data yang dikumpulkan lebih lengkap dan tersusun rapi. Data tersebut kemudian menjadi informasi dan berujung pada intervensi serta tindak lanjut berdasarkan permasalahan yang disampaikan masyarakat,” jelasnya.
Sistem pelaporan dalam aplikasi ini dirancang secara berjenjang, mulai dari tingkat kelurahan dan kecamatan hingga perangkat daerah terkait. Mekanisme tersebut diharapkan membantu memastikan setiap laporan diteruskan kepada instansi yang memiliki kewenangan sesuai dengan bidang pelayanan masing-masing.
Melalui sistem ini, persoalan yang ditemukan di tengah masyarakat diharapkan tidak berhenti pada tahap pendataan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi antarperangkat daerah.
Posyandu 6 SPM Jadi Garda Terdepan Program Kampung Bahagia
Penguatan Posyandu 6 SPM juga memiliki keterkaitan erat dengan visi pembangunan Kota Jambi Bahagia yang terus didorong Wali Kota Maulana melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk Program Kampung Bahagia.
Dalam konsep Kampung Bahagia, masyarakat ditempatkan sebagai subjek pembangunan yang terlibat langsung dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan lingkungan dengan mengedepankan semangat gotong royong.
Sementara itu, Posyandu 6 SPM berperan memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap pelayanan dasar sesuai dengan kebutuhan mereka.
Nadiyah menjelaskan, kedua program tersebut saling melengkapi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“Kampung Bahagia membangun lingkungannya, sementara Posyandu 6 SPM memastikan masyarakat yang tinggal di lingkungan tersebut terpenuhi hak-hak dasarnya. Jika ini terwujud, maka jargon Bahagia bukan hanya menjadi ucapan, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat Kota Jambi,” tegasnya.
Sinergi antara pembangunan lingkungan dan pemenuhan pelayanan dasar tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem pelayanan publik yang lebih terarah, terpadu, dan berorientasi pada kebutuhan warga.
Melalui pemanfaatan teknologi digital, penguatan peran kader Posyandu, serta koordinasi lintas perangkat daerah, Pemerintah Kota Jambi berupaya menghadirkan pelayanan yang semakin responsif dan tepat sasaran.
Peluncuran Aplikasi Lapor Posyandu Bahagia sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat fondasi pelayanan dasar berbasis masyarakat, sejalan dengan arah pembangunan Kota Jambi di bawah kepemimpinan Wali Kota Maulana menuju terwujudnya Kota Jambi Bahagia.

