Pimpin Upacara Kemerdekaan, Maulana Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kota Jambi Capai 6 Persen
Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi untuk mempercepat pembangunan berkelanjutan melalui pengendalian banjir, pengelolaan sampah, penguatan program Kampung Bahagia, serta peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Maulana seusai memimpin upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi, Senin (17/8/2026).
Upacara berlangsung khidmat dan diikuti Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kota Jambi Drs. H. A. Ridwan, M.Si., jajaran aparatur sipil negara (ASN), para veteran, serta tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Maulana mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan upacara, terutama anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Jambi yang telah menjalankan tugas dengan baik.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Jambi berjalan dengan baik. Adik-adik Paskibraka juga telah melaksanakan tugasnya dengan sangat baik,” ujar Maulana.
Menurutnya, momentum kemerdekaan harus dimaknai melalui kerja nyata dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Kota Jambi yang bersih, aman, nyaman, serta memiliki perekonomian yang terus tumbuh.
Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen
Maulana menegaskan, pembangunan Kota Jambi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan aktif seluruh masyarakat.
Ia mengajak warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan keamanan, dan memperkuat semangat gotong royong sebagai fondasi pembangunan daerah.
“Kita harus terus menjaga kebersihan, menjaga keamanan. Dengan kebersihan dan keamanan yang baik, insyaallah pertumbuhan ekonomi kita dapat sesuai target, yaitu mencapai 6 persen,” katanya.
Menurut Maulana, lingkungan yang bersih dan aman akan menciptakan suasana kondusif bagi aktivitas perdagangan, jasa, pariwisata, dan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat.
Karena itu, ia berharap semangat kemerdekaan dapat menjadi penggerak bagi seluruh elemen masyarakat untuk berkontribusi dalam pembangunan Kota Jambi.
Kolam Retensi Ditargetkan Kurangi Dampak Banjir
Salah satu proyek strategis yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Jambi adalah pembangunan kolam retensi untuk mengatasi persoalan banjir, khususnya pada sistem Sungai Asam.
Maulana menjelaskan, pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan mampu mengurangi persoalan banjir hingga sekitar 60 persen pada sistem Sungai Asam.
“Yang paling penting, kita berharap pada musim banjir tahun depan, sistem Sungai Asam ini dapat tertanggulangi. Target kita sekitar 60 persen persoalan banjir di sistem Sungai Asam dapat kita atasi,” tegasnya.
Tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur pengendalian banjir, kawasan kolam retensi juga dirancang menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga dan beraktivitas.
Pemerintah Kota Jambi merencanakan pembangunan jogging track sepanjang kurang lebih 1,4 kilometer di sekeliling kawasan tersebut, dilengkapi penerangan dan fasilitas pendukung lainnya.
“Nanti di sekelilingnya kita siapkan jogging track sepanjang kurang lebih 1,4 kilometer, dilengkapi berbagai fasilitas pendukung. Kita juga akan memasang lampu sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, baik untuk olahraga maupun aktivitas lainnya,” jelas Maulana.
Pengembangan kawasan tersebut diharapkan dapat menghadirkan ruang publik yang nyaman sekaligus membuka peluang aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat.
Meski demikian, Maulana menegaskan bahwa penanganan banjir di Kota Jambi membutuhkan upaya bertahap dan berkelanjutan.
Selain sistem Sungai Asam, pemerintah daerah juga menyiapkan penanganan pada dua sistem lainnya, yakni Sistem Kenali dan Sistem Kambang. Lahan untuk mendukung pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di kedua kawasan tersebut telah dipersiapkan.
“Kalau tiga sistem ini bisa kita selesaikan, insyaallah persoalan banjir dapat kita tanggulangi secara bertahap. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi akan semakin baik dan kebersihan tetap menjadi prioritas,” katanya.
Perkuat Pengelolaan Sampah melalui OPBM
Selain penanganan banjir, Maulana juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat pengelolaan lingkungan dan persampahan.
Salah satu upaya yang terus dikembangkan adalah program Optimalisasi Pengelolaan Bank Sampah dan Masyarakat (OPBM), yang pelaksanaannya diperluas hingga tingkat lingkungan.
Berdasarkan keterangan Maulana, sekitar 997 OPBM telah berjalan di Kota Jambi.
Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.
Maulana menilai, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak terhadap kualitas lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna.
“Kita ingin kebersihan bukan hanya menjadi program pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama masyarakat. Ketika lingkungan bersih dan asri, di saat yang sama kita juga bisa mendorong ekonomi sirkular dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Kampung Bahagia Perkuat Pembangunan Berbasis Masyarakat
Dalam upaya meningkatkan partisipasi warga, Pemerintah Kota Jambi juga terus melanjutkan Program Kampung Bahagia.
Maulana menyampaikan, pelaksanaan tahap pertama program tersebut telah menjangkau 795 rukun tetangga (RT), dengan capaian yang disebut telah melampaui 100 persen.
Pemerintah daerah juga mempersiapkan pelaksanaan tahap berikutnya, termasuk pengadaan becak motor atau bentor sesuai perencanaan program.
Melalui Kampung Bahagia, masyarakat diharapkan semakin aktif berpartisipasi dalam pembangunan lingkungan dan menentukan kebutuhan prioritas di wilayah masing-masing.
Program ini juga sejalan dengan upaya memperkuat gotong royong, meningkatkan kualitas lingkungan permukiman, serta mendorong masyarakat menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.
Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kerja Nyata
Maulana menegaskan, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.
Semangat tersebut juga tercermin melalui pemberian penghargaan dalam rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan, antara lain kepada para pemenang Lomba Kelurahan Berprestasi Tingkat Kota Jambi, fasilitator tercepat Program Kampung Bahagia Periode I Tahun 2026, serta anggota Polri atas keberhasilan pengungkapan kasus benih bening lobster (BBL).
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap pihak-pihak yang telah memberikan kontribusi dan menunjukkan prestasi di bidang masing-masing.
Maulana berharap semangat gotong royong dan kolaborasi terus terjaga sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan pembangunan. Mari bersama-sama menjaga Kota Jambi agar tetap bersih, aman, nyaman dan ekonominya terus tumbuh,” tekannya.
Melalui penguatan infrastruktur pengendalian banjir, pengelolaan sampah, dan pemberdayaan masyarakat, Pemerintah Kota Jambi berharap dapat mempercepat terwujudnya kota yang lebih tertata, tangguh terhadap persoalan lingkungan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan warganya.

